Perundingan Nuklir Iran, Masalah Utama dengan AS Telah Selesai

maiwanews – Negosiasi di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 berjalan dengan baik, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa masalah utama mengenai sanksi Amerika Serikat (AS) telah diselesaikan.

Berbicara pada sesi kabinet pada hari Rabu 2 Juni, Presiden Rouhani mengatakan kesabaran rakyat Iran telah terbayar, karena negosiasi di Wina berjalan dengan baik. Iran telah membayar dengan harga mahal untuk kemenangan semacam itu.

“Hari ini, masalah utama dengan AS telah diselesaikan”, kata Presiden Rouhani, seraya menambahkan bahwa pemerintahannya telah memenuhi janjinya dan berhasil mencabut sanksi dua kali, pada 2015 dan 2021.

Presiden Iran juga mengatakan pemerintahannya berjuang melawan perang ekonomi besar-besaran selama 3,5 tahun. Tidak pernah dalam sejarah Iran mampu mengalahkan AS dalam kasus-kasus di PBB dan Den Haag, kata Presiden Rouhani. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya benar-benar telah mengalahkan AS.

Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) ditandatangani pada 2015 antara Iran dan Grup 5 + 1 dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231. Dengan kesepakatan tersebut maka sanksi terhadap Iran dicabut.

Namun, presiden AS saat itu Donald Trump menarik Washington keluar dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018 dan menerapkan kembali sanksi anti Iran. Pada Mei 2019, Iran mulai mengurangi komitmen JCPOA-nya. (Tasnimnews)