Albanese Pastikan Hadiri KTT G20 di Bali

20220607-anthony-albanese-002-7jun2022
Perdana Menteri Autralia Anthony Albanese saat berada di Kantor Gubernur Sulsel pada hari Selasa, 7 Juni 2022.

maiwanews – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Resmi Perdana Mentri (PM) Australia Anthony Albanese, Senin (06/06/2022) di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi mengundang secara langsung PM Albanese untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, November 2022 mendatang.

Dalam pernyataan pres Jokowi bersama Albanese mengatakan, Saya berharap kehadiran PM Australia Albanese untuk hadir KTT G20, di Bali bulan November.

PM Albanese menilai di saat ketidakpastian ekonomi global saat ini pekerjaan G20 sangatlah penting. Ia memastikan sendiri bahwa dirinya akan hadir mengikuti KTT G20 di Bali.

“Hari ini saya memberi tahu Presiden Widodo, saya akan hadir di KTT para pemimpin G20 pada bulan November di Bali. Pekerjaan G20 sangat penting pada saat ketidakpastian ekonomi global saat ini. Bekerja sama dengan Indonesia akan efektif mengatasi banyak tantangan yang kita hadapi dalam menavigasi pemulihan ekonomi global pasca Covid,” terang PM Albanese.

Albanese menyatakan lebih lanjut, untuk membantu mewujudkan KTT G20 sukses dirinya akan berkerja sama dengan Presiden Jokowi. Karena menurutnya Indonesia berada di jalur untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar di dunia.

PM Australia Albanese menambahkan, revitalisasi hubungan investasi dan perdagangan kami merupakan prioritas bagi pemerintah saya. Karena itu kami berencana bekerja sama dengan Indonesia untuk merealisasikan potensi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia – Australia.

Kedua pimpinan ini, sebelumnya menggelar pertemuan bilateral dan membahas isu bilateral maupun kawasan dan dunia. Presiden Jokowi dan PM Albanese melakukan tukar pikiran mengenai perang di Ukraina, dengan kerja sama Indo-Pasifik dan penguatan kemitraan pembangunan di Pasifik.

Sementara Presiden Jokowi mengatakan, secara umum bahwa hubungan baik kedua negara dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan. Karenanya prinsip-prinsip dan hukum internasional harus dipatuhi secara konsisten.

Jokowi menambahkan, Strategic competition di kawasan perlu dikelola dengan baik untuk menghindari konflik terbuka. Strategic trust perlu diperkuat. “Kita juga sepakat untuk memperkuat kemitraan di Pasifik terutama di bidang iklim, perikanan dan pertanian” pungkas Jokowi. (i)