Prancis Geram Australia Mundur dari Kesepakatan Pembuatan Kapal Selam

20140123-jean-yves-le-drian
Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian. Kamis 23 Januari 2014.

maiwanews – Keputusan Autralia untuk mundur dari kesepakatan pembuatan kapal selam tenaga diesel dan listrik membuat Prancis geram. Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian Kamis 16 September menyebut langkah Autralia sebagai tikaman dari belakang. Menlu Le Drian mengatakan kepercayaan negaranya telah dikhianati.

Australia memutuskan akan membatalkan kontrak dengan DCNS (mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Prancis) dan mengembangkan kapal selam dengan negara lain. Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison menegaskan keputusan itu diambil karean perubahan situasi strategis.

Kesepakatan Australia dengan kelompok industri Prancis DNCS sebelumnya adalah memproduksi 12 kapal selam konvensional terbesar di dunia. Kontrak itu dimenangkan DNCS pada tahun 2016. Sejak itu Australia telah menghabiskan dana sebesar 1,8 miliar dolar AS.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, PM Inggris Boris Johnson, dan PM Australia Scott Morrison Rabu 15 September dalam pertemuan virtual mengumumkan pembentukan aliansi tiga negara bernama AUKUS. Kemitraan keamanan trilateral itu lebih fokus pada kawasan Indo-Pasifik.

Melalui AUKUS, ketiga negara saling bantu membangun kapasitas militer. Salah satu bentuk kerja sama trilateral tersebut adalah kesediaan AS dan Inggris membantu Australia mengembangkan armada kapal selam tenaga nuklir.

Ketiga pemimpin negara-negara anggota AUKUS menegaskan kapal-kapal selam tenaga nuklir itu nantinya tidak akan membawa senjata nuklir. PM Morrison menambahkan, Australia tidak sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir atau kemampuan nuklir sipil dan ttap menjalankan kewajiban nonproliferasi. (z)