Presiden Iran Desak AS Ambil Langkah Terkait Pakta Nuklir

maiwanews – Presiden Iran Hassan Rouhani Rabu 3 Maret mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk mengambil langkah terkait kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).

JCPOA disepakati Iran dengan beberapa negara kuat dunia pada tahun 2015. Dalam perjanjian itu Iran menyatakan kesediaan untuk membatasi program nuklirnya, sementara Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya memberikan keringanan sanksi.

Beberapa waktu belakangan Iran melakukan pelanggaran, sementara AS dibawah kepemimpinan Donald Trump menarik diri dari kesepakatan itu dan menerapkan sanksi terhadap Iran.

Iran bersikeras mendesak AS untuk lebih dulu mengambil langkah mencabut sanksi, sementara AS menuntut Iran agar terlebih dahulu mematuhi perjanjian JCPOA.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Minggu 7 Februari dalam akun Twitter-nya mengatakan AS harus mencabut semua sanksi jika ingin Iran membatalkan proyek nuklirnya. Sedangkan Presiden AS Joe Biden mengatakan jika Iran mematuhi perjanjian nuklir, akan jadi batu loncatan terhadap perjanjian lebih luas.

Perjanjian nukilr Iran (JCPOA) ditandatangani di Wina Austria 14 Juli 2015. Ditandantangani oleh negara-negara Tiongkok (China), Prancis, Jerman, Rusia, Britania Raya, Uni Eropa, Iran, dan Amerika Serikat. (VOA/Wikipedia+m)