PUPR Bangun Fasilitas Penanganan COVID-19 di Lamongan

maiwanews – PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melengkapi fasilitas ruang observasi dan isolasi untuk penanganan COVID-19 di Kabupaten Lamongan. Pembangunan dilakukan menyusul permintaan Bupati Lamongan dan disetujui oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Fasilitas tersebut diperlukan untuk menangani Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Wilayah ini merupakan salah satu kota/kabupaten di Jawa Timur dengan angka penularan COVID-19 tertinggi.

Dalam rilis persnya Jum’at 8 Mei, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan saat ini Kabupaten Lamongan belum memiliki rumah sakit standar untuk penanganan COVID-19. Pasien ditangani di Rumah Sakit (RS) Dr. Soegiri Lamongan dan RS Muhammadiyah Lamongan. Berapa fasilitas lain juga dialihfungsikan untuk menampung pasien dan menangani COVID-19 yaitu Puskesmas Karangkembang, Puskesmas Deket, dan Rusunawa.

Pemerintah Kabupaten Lamongan menyiapkan lahan seluas 6.070 m2 untuk membangun fasilitas itu. Lokasi lahan berada di Jalan Kusuma Bangsa, Beringin, Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sekitar 132 meter dari RS Dr. Soegiri Lamongan.

Pembangunan telah memcapai 7,7% sejak konstruksi dimulai 1 Mei 2020. Ditargetkan selesai pada awal Juni 2020. Rumah sakit tersebut dikatakan memiliki daya tampung untuk 82 pasien. Ruang perawatan terpisah bagi setiap pasien yakni 75 tempat tidur observasi dan 7 tempat tidur isolasi.

Fasilitas kesehatan tersebut direncanakan dibuat per blok, yaitu bangunan screening (laboratorium, X-Ray, ruang petugas, administrasi dan farmasi), bangunan karantina 1 (25 tempat tidur observasi, ruang tindakan, ruang dokter, dan mobile X-Ray). (PUPR/Mes)