Rugikan Masyarakat, Kapolri Perintahkan Jajarannya Tertibkan Pinjol Ilegal

20210820-jenderal-pol-listyo-sigit-prabowo
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada pertemuan lima kementerian dan lembaga secara virtual membahas pinjol. Jumat 20 Agustus 2021.

maiwanews – Menerapkan bunga selangit, menyebar data nasabah sekaligus praktek teror saat lakukan penagihan, keberadaan pinjaman online atau pinjol ilegal yang lagi marak, bukan hanya merugikan tapi juga sudah meresahkan masyarakat.

Untuk itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajaran kepolisian untuk melakukan langkah-langkah penanganan khusus dalam memberantas dan menertibkan pinjaman online ilegal.

“Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus,” ujar Jenderal Listyo saat memberikan arahan kepada jajaran Polda yang dikutip, Rabu (13/10/2021).

Kapolri dengan tegas menginstruksikan bawahannya untuk melakukan upaya pemberantasan pinjol ilegal baik dengan strategi preemtif, preventif, hingga represif.

Menurut Kapolri, kerugian yang dialami masyarakat khususnya yang jadi nasabah pinjol ilegal antara lain, data diri disebarluaskan hingga ancaman saat penagihan, bahkan ada beberapa kasus bunuh diri karena bunga utang yang terus menumpuk.

Kapolri menuturkan, pelaku kejahatan pinjol ilegal biasanya memberikan tawaran yang menggiurkan agar masyarakat mau menjadi nasabah mereka terutama dengan memanfaatkan masa pandemi Covid-19 dimana banyak masyarakat yang perekonomiannya terdampak.

Dari sisi preemtif sambung Listyo, dirinya meminta jajaran kepolisian aktif melakukan edukasi dan sosialisasi serta literasi digital kepada masyarakat soal bahaya layanan pinjol ilegal termasuk mendorong kementerian/lembaga untuk melakukan pembaruan regulasi pinjol.

Sementara dari sisi preventif, Listyo menginstruksikan jajaran kepolisian melakukan patroli siber di media sosial dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dalam membatasi ruang gerak transaksi keuangan dan penggunaan perangkat keras ilegal.

Dan yang terakhir dari sisi represif, Kapolri menginstruksikan jajarannya untu melakukan penegakan hukum dengan membentuk satgas penanganan pinjol ilegal dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait, membuat posko penerimaan laporan dan pengaduan, lakukan koordinasi serta asistensi dalam setiap penanganan perkara.

Untuk diketahui, hingga Oktober 2021, Polri menerima 370 laporan polisi terkait kejahatan pinjol ilegal. Dari jumlah itu, 91 di antaranya telah selesai, 278 proses penyelidikan, dan 3 tahap penyidikan.