Rusia Bantah Tudingan Campuri Pilpres AS 2020 dan 2016

maiwanews – Rusia membantah tudingan mencampuri pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 dan 2016. Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov Rabu 17 Maret kepada wartawan menyebut tudingan itu tidak benar dan tanpa bukti.

Peskov memperkirakan laporan intelijen AS itu akan digunakan untuk menjatuhkan sanksi tambahan dimana hubungan bilateral kedua negara akan semakin buruk.

Pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) Selasa 16 Maret mengungkapkan adanya campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden (pilpres) 2020 dengan berpihak pada Donald Trump. Tuduhan itu tertuang dalam laporan Kantor Direktur Intelijen Nasional setebal 15 halaman.

Dalam laporan itu disebutkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui operasi merugikan Joe Biden sebagai kandidat saat itu.

Tidak hanya pilpres 2020, Rusia juga dituding telah terlibat dalam pemilihan umum (pemilu) pada 2016 lalu dengan upaya-upaya merugikan Hiilary Clinton sebagai salah satu kandidat dari Partai Demokrat untuk memenangkan Trump.

Selain Rusia, laporan itu menyebut beberapa negara lain juga berupaya mencampuri pilpres AS 2020, termasuk Iran, Kuba, Venezuela, dan kelompok militant Hizbullah. Adapun China, laporan itu menyatakan negeri Tirai Bambu tersebut tidak berusaha mencampuri pilpres AS. (VOA)