Rusia Jadi Penambang Bitcoin terbesar Ketiga Dunia

bitcoin
Mata uan kripto, Bitcoin.

maiwanews – Rusia telah menjadi penambang bitcoin terbesar ketiga di dunia. Pangsa Rusia dalam pertambangan global hampir dua kali lipat dari September 2019 hingga Agustus 2021 dari 5,9 menjadi 11,2 persen, kata para ahli dari University of Cambridge Business School sebagaimana dikutip Pravda Rabu 13 Oktober.

Pangsa Rusia dalam penambangan bitcoin meningkat secara signifikan pada bulan Juni, ketika volume penambangan di negara terkemuka, China, menurun tajam karena kebijakan pemerintah negara itu melarang transaksi mata uang kripto (cryptocurrency). Adapun indikator hashrate Rusia (daya komputasi total peralatan dalam jaringan), indikator bulanan rata-rata meningkat dari 5,2 menjadi 13,6 Eh/s sepanjang tahun, dan dari Juni hingga Agustus 2021 meningkat 2,9 Eh/s.

Menurut para ahli Cambridge, penambangan bitcoin di China menjadi sia-sia pada bulan Juli. Sejak larangan parsial mata uang kripto di China pada Mei 2021, bagian AS dari hashrate agregat telah tumbuh dari 17,8 menjadi 35,4 persen menjadikan AS sebagai negara penambang terbesar. Pada Agustus 2021, kapasitas peralatan penambang AS lebih besar 428 persen dibandingkan September 2020.

Kazakhstan mengambil posisi kedua dalam daftar. Pada bulan Juli, Kazakhstan mengambil tempat ketiga dalam penambangan mata uang kripto dunia.

Ketika pihak berwenang China meluncurkan kampanye untuk menekan kegiatan terkait mata uang kripto, para penambang mulai meninggalkan negara itu dan menuju ke daerah energi murah. Banyak dari mereka memilih Amerika Serikat.

China melarang mata uang kripto pada akhir September. People’s Bank of China menyebut semua kegiatan terkait dengan mata uang digital adalah ilegal, dan berjanji akan mengambil tindakan keras untuk menekan perdagangan mereka. (z/Pravda)