Sebagian ‘Warganet’ Khawatirkan Kebijakan Elon Musk di Twitter

20220512-elon-musk-2mar2019
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk.

maiwanews – Sebagian warganet pengguna Twitter mengkhawatirkan kebijakan Elon Musk di platform media sosial tersebut. Kekhawatiran muncul menyusul rencana bos Tesla dan SpaceX memberi ruang kepada siapapun untuk menyampaikan pendapatnya di Twitter.

Sebagian kalangan menilai rencana itu akan membuka ruang terhadap praktik misinformasi dan disinformasi. Membuka keran kebebasan berpendapat dapat memicu maraknya penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, dan pelecehan. VOA melaporkan hari Kamis (12/05/2022).

Di Twitter, @randi_raynard dalam kicauannya hari Kamis (12/05/2022) WIB mengatakan: “Kalian harus memilih platform berbeda. Terlalu banyak orang gila sayap kiri di Twitter. Saya pikir mereka semua pergi karena Elon Musk membeli tempat itu”.

Namun ada juga warganet setuju dengan visi Elon Musk tentang kebebasan berpendapat di Twitter. @noahparker178 berkicau: “Kepada Elon Musk, Abaikan pembenci dan (pandangan -red) kiri. Kebebasan berbicara jauh lebih penting daripada beberapa tingkat kenyamanan orang”.

Dalam sebuah pernyataan, Musk mengatakan bahwa kebebasan berpendapat merupakan landasan demokrasi sehat. Twitter dikatakan menjadi alun-alun digital, medsos (media sosial) ini menjadi tempat bagi masyarakat untuk memperdebatkan hal-hal penting bagi masa depan umat manusia.

Elon Musk diketahui membeli 9,2 persen saham Twitter pada 4 April senilai 2,9 miliar dolar. Pada 14 April, ia mengajukan penawaran untuk membeli 100 persen saham Twitter 43,4 miliar dolar dengan harga 54,20 dolar per lembar saham.

Pada tanggal 25 April, Twitter mengumumkan sepakat melepas saham senilai 44 miliar dolar. Dengan pembelian ini, Twitter menjadi perusahaan swasta milik Musk. (z)

BERITA LAINNYA

.