Sebaiknya KPK dan Kejaksaan Ikut Usut Rekening Polri

Bambang Soesatyo 2maiwanews – Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menyarankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung agar juga ikut serta dalam pemeriksaan ‘rekening gendut’ petinggi Polri.

“Ini penting, agar pemeriksaan yang terkesan tertutup itu tidak terjadi. Selain itu, ini juga penting untuk memperbaiki citra kepolisian,” ujar Bambang di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 24 Juli 2010.

Hal itu dusampaikan politisi dari Partai Golkar itu menanggapi adanya kesan tertutup tentang pemeriksaan rekening para perwira tinggai Polri.

Terkait pemeriksan internal, KPK dan kejaksaan juga bisa masuk untuk menyaksikan pemeriksaan itu. Namun soal data rahasia dan siapa saja yang terindikasi, kata Bambang, kerahasiaan itu harus selalu dijaga dan tidak perlu disebut karena itu semua dilindungi oleh undang-undang.

Bambang sendiri cukup meyakini bahwa penyampaian hasil pemeriksaan dan sekaligus klarifikasi oleh Polri ke publik akhir pekan lalu, sudah cukup menjelaskan tentang harta dan jumlah rekening di perwiranya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan bahwa dari 23 rekeiung petinggi Polri yang dicurigai, 17 diantaranya dinyatakan tidak masalah. Sisanya, dua rekening sedang menjalani proses hukum, sedang empat lainnya tidak terkonfirmasi karena bebebagai alasan.

Sementara Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) menegaskan kesimpulan Mabes Polri itu sekali lagi bahwa soal ‘rekening gendut’ petinggi Polri sudah selesai.

Penjelasan Polri itu dianggap sebagian kalangan sebagai bentuk ketertutupan karena pemeriksaan dilakukan oleh intern Polri sendiri.