Sekelompok Partai Israel Bentuk Koalisi untuk Gulingkan Netanyahu

maiwanews – Sekelompok partai politik di Israel membentuk koalisi utnuk menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Partai-partai itu meski berbeda secara ideologis namun berhasil mencapai kesepakatan berkoalisi pada Rabu 2 Juni.

Salah seorang tokoh koalisi tersebut, Yair Lapid, Ketua Partai Yesh Atid, mengklaim telah memperoleh dukungan dari mayoritas anggota Knesset (parlemen Israel).

Tokoh penting lainnya, Naftali Bennett, pemimpin partai nasionalis garis keras Yamina, Minggu 30 Mei lalu mengumumkan dukungannya untuk koalisi.

Kedua tokoh itu mencapai suatu kesepakatan, Bennet akan mejabat sebagai perdana menteri untuk dua tahun pertama, setelah itu digantikan oleh Lapid.

Presiden Reuven Rivlin (saat ini memasuki akhir masa jabatan, segera digantikan oleh Isaac Herzog) memberi kesempatan kepada Lapid untuk membentuk koalisi dan mengumpulkan suara mayoritas dari total 120 kursi di Knesset.

Kesempatan itu diberikan kepada Perdana Menteri (PM) Netanyahu awal Mei lalu, namun pemimpin Partai Likud itu gagal mendapatkan suara mayoritas sebagai syarat membentuk pemerintahan.

Saat ini Lapid berhasil mendapat dukungan mayoritas di parlemen, namun dengan jumlah tipis. PM Netanyahu memiliki kesempatan sebelum dilaksanakan pelantikan pemerintah dalam 10 hari kedepan. Kurun waktu 10 hari dinilai cukup untuk mengajak anggota Knesset memberikan suara menentang koalisi Lapid. (VOA+litbang)