Sekjen PBB Desak Pencairan Dana Afganistan

20220113-antonio-guterres
Sekjen PBB Antonio Guterres saat memberi keterangan pers di New York, Amerika Serikat. Kamis 13 Januari 2022 (Jumat 14 Januari WIB).

maiwanews – Sekjen PBB (Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa) Antonio Guterres mendesak pencairan dana Afganistan. Dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di New York, ia mengatakan aturan dan kondisi penyebab uang tidak bisa dicairkan harus dihentikan dalam situasi darurat.

“Suhu beku dan aset beku adalah kombinasi mematikan bagi rakyat Afganistan”, ungkap Guterres dalam unggahan video di Twitter Jumat (14/01/2022) siang WIB atau hari Kamis waktu setempat.

Pencairan dana perlu dilakukan untuk menyelamatkan nyawa dan ekonomi di Afganistan. Pendanaan internasional harus diizinkan untuk membayar gaji pekerja sektor publik, dan untuk membantu lembaga-lembaga Afghanistan memberikan perawatan kesehatan, pendidikan, dan layanan vital lainnya.

Selain keterangan dalam video itu, ia mencuit, harus berbuat lebih banyak lagi untuk secara cepat menyuntikkan likuiditas ke dalam perekonomian dan menghindari ancaman kehancuran dan kemiskinan, kelaparan, serta kemelaratan bagi jutaan orang.

Beberapa jam kemudian ia mengatakan dalam kicauannya, di seluruh Afganistan, perempuan dan anak perempuan hilang dari kantor dan ruang kelas. Tidak ada negara bisa berkembang sementara menyangkal hak-hak setengah penduduknya.

“Perempuan dan anak perempuan Afganistan harus memiliki akses ke semua pendidikan dan kesempatan kerja dan layanan perawatan kesehatan”, ungkap Guterres.

Hari Rabu lalu Guterres mengatakan, masyarakat Afganistan menghadapi salah satu krisis kemanusiaan. Ia mempresentasikan rencana (United Nations Refugee Agency/UNHCR -redaksi) untuk membantu 22 juta orang di negara itu, dan 5,7 juta orang lainnya di luar perbatasannya. “Saya mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan dan mendanai upaya kami”, kata Guterres. (z)