Serangan “Drone” Yaman Menargetkan Bandara Arab Saudi

maiwanews – Sebuah area militer di Bandara Internasional Abha sebelah Barat daya Arab Saudi berada di bawah serangan pesawat tak berawak Yaman, kata seorang juru bicara, saat tentara Yaman terus melakukan serangan.

Serangan terhadap terminal di wilayah Asir kerajaan terjadi pada hari Selasa 20 April, menggunakan salah satu UAV Qasef-2K buatan angkatan bersenjata Yaman. Hal itu disampaikan juru bicara militer Brigadir Jenderal Yahya Saree dalam sebuah pernyataan singkat.

“Serangan itu akurat,” kata Saree dalam pernyataan sebagaimana dilaporkan oleh jaringan televisi Yaman al-Masirah. “Penargetan ini datang sebagai tanggapan atas meningkatnya agresi dan pengepungan di negara kita tercinta”.

Kerajaan Saudi dan sekutunya telah melancarkan perang selama lebih dari tujuh tahun dalam upaya untuk memulihkan bekas pejabat sekutu Yaman di Yaman. Puluhan ribu orang Yaman tewas selama agresi yang disertai dengan pengepungan.

Bandara Abha berbasis di Kota Abha, di dekatnya ada Pangkalan Udara Raja Khalid, terletak dekat dengan kota Khamis Mushait. Kedua lokasi itu menjadi tempat sebagian besar serangan koalisi pimpinan Saudi terhadap Yaman berasal.

Pembalasan hari Selasa terjadi tak lama setelah Saree mengatakan pasukan pertahanan Yaman sedang mempersiapkan serangan balasan skala besar untuk membalas darah Saleh Ali al-Sammad, presiden pertama Dewan Politik Tertinggi Yaman.

Juru bicara itu membuat pernyataan pada ulang tahun ketiga kemartiran Sammad pada 19 April 2018 dalam serangan pesawat tempur Saudi di Provinsi al-Hudaydah Yaman. Pasukan Yaman, tambah Saree, hanya menunggu perintah terkait.

Sammad terkenal atas kontribusinya pada penguatan industri pertahanan Yaman hingga mampu melakukan serangan balik besar-besaran terhadap tempat-tempat sensitif dan penting secara ekonomi. (Tasnim)