Sidang Ahok: Emrus Sarankan Terbuka Terbatas

maiwanews – Direktur Eksekutif EmrusCorner, Emrus Sihombing, menilai sidang dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, sekaligus calon gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dilakukan secara terbuka terbatas.

Dalam pernyataannya pagi ini, Emrus mengemukakan, pengadilan yang akan digelar pekan depan diperkirakan menyedot perhatian. Wacana publik dalam dua bulan terakhir juga terbilang tinggi. Untuk itu, pengadilan Jakarta Utara dan pihak keamanan sebaiknya mempertimbangkan penyelenggaraan sidang tersebut dari aspek sosiologis, psikologis, dan komunikasi politik.

Adu data, bukti, gagasan, dan argumentasi akan disajikan pihak terkait, semuanya bisa logis sebagai tesis dan anti tesis. Hal seperti itu bisa terjadi jika suatu persidangan mendapat sorotan besar dari publik. Wacana di pengadilan akan mempunyai konsekuensi secara sosilogis, psikologis, dan komunikasi di tengah masyarakat.

Dampak sosilogis dari persidangan tersebut bisa terjadi dalam bentuk gesekan sosial di tengah masyarakat.

Secara psikologis, sidang dugaan penistaan agama bisa memunculkan efek perasaan berbeda dan perilaku berbeda pula dari beragam kalangan pada suatu komunitas tertentu.

Dari aspek komunikasi, penggunaan lambang verbal dan non verbal dalam proses komunikasi di persidangan berpotensi menimbulkan persepsi berbedaa dan pemaknaan variatif pula dari setiap individu dalam masyarakat, pada akhirnya menimbulkan perilaku berbeda.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, Emrus menyarankan sidang kasus dugaan penistaan agama dilakukan terbuka terbatas, bahkan jika memungkinkan pengadilan dilakukan di luar Jakarta. (*)