Tanker Minyak Iran Tiba di Venezuela, Dinilai Langgar Sanksi AS

maiwanews – Kapal tanker pengangkut minyak Iran tiba di Venezuela saat kedua negara dalam keadaan terkena sanksi oleh Amerika Serikat. Direncanakan lima tanker minyak Iran akan merapat di Venezuela.

Kapal pertama telah berlabuh di kilang minyak El Palito Minggu 24 Mei. Kapal kedua pada 25 Mei sedang dalam pelayaran dan sudah memasuki perairan Venezuela. Tanker minyak ketiga dalam pelayaran melalui laut Karibia.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Hassan Rouhani dan pemimpin tertinggi Ayatullah Khamenei besesrta seluruh rakyat Iran atas solidaritas dan dukungan mereka.

Venezuela sedang kekurangan bahan bakar akibat runtuhnya ekonomi setelah diberlakukan sejumlah sanksi dari Amerika Serikat. Sanksi itu hampir menghancurkan kemampuan Venezuela dalam penyulingan minyak.

Jaringan penyulingan Venezuela telah beroperasi tahun ini sekitar 10% dari kapasitas 1,3 juta barel per hari, memaksanya bergantung pada impor. Sanksi AS membatasi sumber dan jenis bahan bakar.

Sebagai bantuan, Teheran (diberitakan VoA) setuju mengirim lebih dari setengah juta barel bensin dan sejumlah onderdil. Sebuah media Iran (Tasnim) meyebut Iran memberi Venezuela 1,53 juta barel bensin dan komponen, angka itu didasarkan pada pernyataan pemerintah, dari berbagai sumber, dan perhitungan oleh TankerTrackers.com

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) belum memberikan komentar resmi. Namun seorang pejabat tinggi pemerintahan Presiden Trump pekan lalu mengatakan AS sedang mempertimbangkan bagaimana menanggapi hal tersebut.

Sejumlah sanksi Amerika Serikat melarang Iran menjual minyak. Sanksi juga dijatuhkan kepada Venezuela, termasuk perusahaan minyak milik negara, sebagai bagian dari upaya untuk membuat Maduro mundur dari kekuasaannya. (VoA/mg/pp/Tasnim)