Tentara Yaman Hantam Posisi Pasukan Pimpinan Saudi dengan Rudal Buatan Lokal

maiwanews – Tentara dan kelompok bersenjata Yaman menghantam posisi pasukan pimpinan Saudi dengan menggunakan rudal buatan lokal di Barat Laut Provinsi Hajjah. Sebuah sumber militer menyebutkan setelah serangan itu beberapa tentara pimpinan Saudi tewas dan luka.

Rudal buatan lokal “Zelzal-1” (Gempa-1) digunakan sebagai pembalasan atas serangan pasukan koalisi Saudi, demikian dilaporkan jaringan televisi berbahasa Arab al-Masirah sebagaimana dikutip Tasnim News Jumat 3 Februari. Tentara Yaman juga dilaporkan menghantam pangkalan militer untuk tentara bayaran Saudi di Jizan hari Kamis 2 Februari.

Pasukan Yaman sebelumnya menarget posisi Saudi dengan rudal balistik bernama “Qaher-1”, misil ini memiliki jangkauan 500 kilometer.

Sejak Maret 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutunya telah meluncurkan serangan udara mematikan terhadap gerakan pemberontak Houthi Ansarullah dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan ke mantan Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Lebih dari 10.000 warga Yaman baik sipil maupun militer kehilangan nyawa akibat konflik di Yaman.

Pihak Abd Rabbuh menuding Iran mendukung pemberontak Houthi, namun tudingan itu dibantah Iran melalui juru bicara Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) Iran Marzieh Afkham Senin 13 April 2015 silam. Sebaliknya, Arab Saudi dituding melakukan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang di Yaman. Marzieh mengatakan Iran menyerukan intervensi militer Saudi di Yaman dihentikan dan segera mengirim bantuan medis dan persediaan makanan. (*)