Terlibat Perpeloncoan, Mahasiswa UHO Terancam Sanksi

maiwanews – Akibat terlibat kegiatan perpeloncoan, mahasiswa Universitas Halu Oleo terancam sanksi. Kasus ini mecuat setelah sebuah video viral di media sosial berisi rekaman kegiatan perpeloncoan. Di video itu puluhan orang berbaring di pantai dan dipukuli beberapa orang lainya.

Perpeloncoan dalam video berdusari satu menit itu berlangsung pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). LDK ini digelar pda 27 Februari hingga 1 Maret 2021 di pantai Nambo, Kendari, Sulawesi Tenggara. 79 mahasiswa terlibat dalam LDK tersebut, mereka berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan pendidikan ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO/Unhalu) angkatan 2020.

Sub Koordinator Humas Universitas Halu Oleo, La Ode Abdul Hamdan Hakim, Kamis 4 Maret mengatakan kepada VOA bahwa mahasiswa dalam kepanitiaan kegiatan itu sedang diproses pihak perguruan tinggi. Kegiatan perpeloncoan di UHO telah dihapuskan sejak tahun 2014.

Ia menegaskan kegiatan itu dilaksanakan tanpa izin oleh para senior, sanksi akan dijatuhkan pada mahasiswa bersangkutan jika terbukti terlibat. Adapun bentuk sanksi akan diputuskan kemudian oleh Rektor UHO. (VOA)