Tutupan Es Laut Arktik Terendah Kedua Sejak 1970-an

maiwanews – Laporan para ilmuwan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (National Aeronautics and Space Administration/NASA) Amerika Serikat (AS) menyebutkan data satelit menunjukkan tutupan es laut Arktik tahun ini menyusut ke level terendah kedua sejak pencatatan modern dimulai pada akhir 1970-an.

Ilmuwan dan peneliti NASA di Pusat Data Salju dan Es Nasional Universitas Colorado Boulder (NSIDC) hari Senin 21 September melaporkan bahwa analisis data satelit menunjukkan luas minimum lautan tertutup es, 3,74 juta kilometer persegi, kemungkinan tercapai pada 15 September.

Data menunjukkan tingkat minimum es laut Arktik di musim panas telah turun drastis dalam dua dekade terakhir. Tingkat terendah dalam rekor ditetapkan pada tahun 2012.

Ilmuwan es laut NASA Nathan Kurtz mengatakan 2020 adalah tahun sangat hangat di Kutub Utara. Gelombang panas Siberia pada musim semi 2020 memulai musim pencairan es laut Arktik tahun ini lebih awal. Dengan suhu Arktik lebih hangat 8 hingga 10 derajat Celcius dari rata-rata, lapisan es terus menurun. Kurtz mengatakan semakin cepat pencairan dimulai, umumnya semakin banyak es menghilang.

Selain itu, NASA mengatakan sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa air lebih hangat dari Samudera Atlantik mengalir lebih dekat ke dasar dan menghangatkannya dari bawah.

Direktur NSIDC Mark Serreze mengatakan jumlah es laut musim panas di Kutub Utara dapat mempengaruhi ekosistem lokal, pola cuaca regional dan global, dan sirkulasi laut. Suhu laut lebih hangat menggerogoti es lebih tebal selama bertahun-tahun, dan juga menghasilkan es lebih tipis untuk memulai musim pencairan musim semi. (VOA)