Uni Eropa Beri Izin Vaksin Dosis Tunggal Johnson & Johnson

maiwanews – Uni Eropa menerbitkan izin sementara untuk vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson. Komisaris Kesehatan Eropa Stella Kyriakides Kamis 11 Maret mengatakan izin resmi segera menyusul. Vaksin ini direkomendasikan untuk usia 18 tahun ke atas.

Izin vaksin COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) diterbitkan oleh regulator obat-obatan Uni Eropa, EMA (European Medicines Agency). Dengan demikian sudah empat vaksin dibolehkan di Uni Eropa (UE). Tiga lainnya masing-masing adalah Pfizer-BioNTech, AstraZeneca-Oxford University, dan Moderna.

Setelah evaluasi menyeluruh, komite obat-obatan manusia (CHMP) EMA menyimpulkan dengan konsensus bahwa data pada vaksin Johnson & Johnson (Janssen) kuat dan memenuhi kriteria untuk kemanjuran, keamanan dan kualitas.

Direktur Eksekutif EMA, Emer Cooke, Kamis 11 Maret mengatakan dengan opini positif terbaru ini, pihak berwenang di seluruh Uni Eropa akan memiliki opsi lain untuk memerangi pandemi dan melindungi kehidupan dan kesehatan warganya.

Sebuah penelitian menunjukkan fek samping dari vaksin COVID-19 Johnson & Johnson biasanya ringan atau sedang dan hilang dalam beberapa hari setelah vaksinasi. Efek paling umum adalah nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, dan mual.

Keamanan dan efektivitas vaksin akan terus dipantau saat digunakan di seluruh UE, melalui sistem farmakovigilans UE dan studi tambahan oleh perusahaan dan otoritas Eropa. (VOA/EMA)