Uni Eropa Janji Beri Bantuan Lebih Banyak ke Warga Afganistan

20210818-pengungsi-afganistan-antri-naik-pesawat-di-bandara-hamid-karzai
Antrian pengungsi bersiap untuk menaiki C-17 Globemaster III di Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan. Rabu 18 Agustus 2021.

maiwanews – Uni Eropa berjanji memberi lebih banyak bantuan bagi warga Afganistan. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell Senin 11 Oktober mengatakan akan menyalurkan bantuan melalui mitra multilateral. Tapi bantuan itu bukan berarti mengakui pemerintahan Taliban di Afganistan.

Terkait kerja sama pembangunan reguler di Afganistan, Josep Borrell menegaskan UE (Uni Eropa) hanya akan melanjutkannya jika Taliban memenuhi lima persyaratan. Syarat-syarat itu termasuk tidak menjadikan Afganistan sebagai basis terorisme, menghormati hukum dan hak asasi manusia, serta mengizinkan warga Afganistan dan asing meninggalkan negeri itu.

Pernyataan Uni Eropa ini sejalan dengan isi pembicaraan antara perwakilan Taliban dengan delegasi AS (Amerika Serikat) dalam pertemuan dua hari di Doha Qatar 9-10 Oktober.

Taliban mengklaim dalam pertemuan itu AS menyatakan setuju memberikan bantuan kepada warga Afganistan dan memfasilitasi organisasi lain dalam memberikan bantuan. Taliban mensyaratkan bantuan itu tidak dikaitkan dengan masalah-masalah politik.

Sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan, 75 persen anggaran belanja Afganistan bergantung pada bantuan internasional. Saat ini bantuan itu ditunda sementara asetnya di AS dan beberapa negara lain dibekukan.

Dalam pertemuan di Doha Sabtu 9 Oktober, perwakilan Taliban mendesak AS mencairkan aset Afghanistan. AS membekukan set Afganistan bernilai miliaran dolar. Pembekuan aset Afganistan juga dilakukan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional. (z/VOA)