UNRWA Serukan Bantuan untuk Pengungsi Palestina di Lebanon

2021-pengungsi-palestina-lebanon
Pengungsi Palesetina di Lebanon. (2021)

maiwanews – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (United Nations Relief and Works Agency for Palestine refugees in the Near East/UNRWA) meluncurkan seruan khusus untuk mendukung pengungsi Palestina di Lebanon. Para pengungsi dikatakan terkena dampak krisis sosial ekonomi dan COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).

Para pengungsi dihadapkan pada semakin meningkatnya kesulitan dan kerentanan. Demikian pernyataan pers UNRWA hari Rabu (19/01/2022). Dana dari imbauan untuk membantu pengungsi akan akan dimanfaatkan bagi bantuan vital bagi pengungsi Palestina dari Lebanon (Palestine refugees from Lebanon/PRL) dan pengungsi Palestina dari Suriah (Palestine refugees from Syria/PRS) di Lebanon.

“Sementara krisis saat ini mempengaruhi semua orang di Lebanon, para pengungsi Palestina mengalami kesulitan khusus mengingat status mereka sudah terpinggirkan di negara itu”, kata Claudio Cordone, Direktur Urusan UNRWA di Lebanon. “Mereka berjuang untuk bertahan hidup dan kebutuhan mereka meningkat secara dramatis, dengan tingkat kemiskinan mencapai 87 persen di antara PRS”, ujar Claudio Cordone.

Claudio Cordone menegaskan, seruan bantuan dana bagi pengunsi menguraikan perlunya program peningkatan bantuan secara berkelanjutan untuk memastikan kehidupan bermartabat bagi semua pengungsi Palestina.

Seruan Khusus 2022 meminta para donor untuk mendukung bantuan tunai untuk keperluan makanan dan kebutuhan dasar lainnya bagi pengungsi Palestina.

Dana bantuan diperlukan selain untuk rawat inap, pendidikan, dan layanan kamp, ​​​​termasuk bahan bakar untuk pasokan air dan pembuangan limbah padat. Seruan tersebut juga meminta dukungan untuk kegiatan perlindungan atas pelecehan dan kekerasan dalam keluarga dan masyarakat.

Dibutuhkan anggaran sebesar US$ 1,6 miliar untuk tahun 2022 bagi UNRWA untuk memenuhi mandatnya menyediakan jutaan layanan vital bagi pengungsi Palestina termasuk pendidikan, kesehatan, dan bantuan makanan untuk mengatasi kebutuhan kemanusiaan di Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, Yordania, Suriah, dan Lebanon. Badan PBB itu pada tahun 2021, seperti tahun-tahun sebelumnya, telah berulang kali hampir kehabisan dana.

Wakil Komisaris Jenderal UNRWA Leni Stenseth memperingatkan, kekurangan dana mempengaruhi baik anggaran inti dan darurat. “Kualitas dan kelanjutan aktual dari layanan penting UNRWA seperti layanan kesehatan, pendidikan dan sosial terus-menerus terancam”, katanya.

“Saya mengimbau masyarakat internasional untuk membantu mempertahankan peran vital UNRWA di kawasan itu, terutama di Lebanon di mana kebutuhan kemanusiaan meningkat karena ekonomi terus runtuh. Pengungsi Palestina sebagaimana orang lain, membutuhkan dukungan serta harapan untuk masa depan lebih baik”, Leni Stenseth menjelaskan.

Seruan Khusus UNRWA 2022 untuk Lebanon diluncurkan dengan partisipasi Dr Najat Rochdi (Wakil Koordinator Khusus PBB dan Koordinator Kemanusiaan dan Kediaman untuk Lebanon), Ashraf Dabbour (Duta Besar Palestina untuk Lebanon), dan Dr Bassel Al Hassan (Ketua Dewan Komite Dialog Palestina Lebanon). (NRWA/z)