Upaya Keras BI Tahan Pelemahan Rupiah, Cadangan Devisa Tersedot US$ 9

maiwanews – Akibat derasnya aliran modal keluar, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik bahkan cenderung. Hari ini, Selasa (22/11), US$ 1 tercatat sebesar Rp 15.686,75.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, bank sentral berupaya penuh untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah yakni dengan cara melepas sebagian cadangan devisa dalam jumlah yang cukup besar.

“Nilai tukar kami tahun ini mati-matian untuk menstabilkan nilai tukar. Kami intervensi (cadangan devisa) dalam jumlah yang besar,” ungkap Perry dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, dikutip Selasa (22/11/2022).

Menurut Perry, upaya penyelematan agar nilai tukar rupiah tidak turun lagi tersebut membuat cadangan devisa turun dari US$ 139 miliar menjadi sekitar US$ 130 miliar. Semua itu katanya, dilakukan agar para eksportir bisa stay longer di dalam negeri.

Di saat yang sama ujar dia, kini BI juga terus berdiskusi dengan perbankan dan eksportir supaya cadangan devisa tidak turun. Sampai 16 November kemarin ucapnya, nilai tukar rupiah melemah 8,6%. “Kalau dibanding penguatan dolar dibanding negara lain masih relatif baik,” ucap dia.

Perry mengungkapkan, BI mati-matian menjaga stabilisasi nilai tukar rupaih. Hal ini agar imported inflationnya terjaga dan ketahanan sistem keuangan jadi cukup baik.

Tidak hanya dari sisi modal tambah dia, NPL-nya juga cukup baik, CAR 25%, NPL gros 2,78% neto 0,7, sementara likuiditas dipertahankan tetap longgar.