Ventilator dari Amerika akan Tiba Akhir Mei atau Awal Juni

maiwanews – Ventilator bantuan Amerika Serikat akan tiba di Indonesia akhir Mei atau awal Juni mendatang. Kedua negara telah menjalin komunikasi intensif mengenai alat kesehatan tersebut. Hal ini ditegaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi dalam konferensi pers di Jakarta Rabu sore 20 Mei.

4 Mei Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development/USAID) di Jakarta telah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengidentifikasi spesifikasi dan hal-hal teknis lainnya.

5 Mei pihak Kemenkes mengirimkan informasi ke USAID sebagaimana pertanyaan-pertanyaan lembaga itu. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC juga telah memantau dan mengkomunikasikan hal ini dengan Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional NSC di Amerika.

Menlu Retno mengatakan pihaknya diberitahu bahwa pengiriman ventilator dari Amerika Serikat (AS) akan dilakukan pada akhir Mei atau awal Juni nanti.

Menlu Retno menambahkan Indonesia saat ini juga sudah mulai mengembangkan inovasi untuk memproduksi sendiri ventilator atau alat bantu pernafasan.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan lima dari delapan jenis ventilator sudah lulus equipment and critical test di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menristek Bambang menjelaskan 5 ventilator ini dapat digunakan di Intensive care unit ICU maupun dalam kondisi darurat di dalam ambulans. Ventilator ini juga bisa digunakan di ruang gawat darurat untuk membantu orang dengan gangguan pernafasan. Ini merupakan ventilator pertama buatan Indonesia, dan siap diproduksi secara masif bulan depan.

Setiap pabrik menurut Menristek Bambang akan mampu memproduksi antara 200-300 unit ventilator per pekan. Produksi ini untuk memenuhi kelangkaan ventilator dalam menangani pasien virus corona, kekurangan ventilator sangat terasa dalam beberapa bulan terakhir ini.

Inovasi ini baru dimulai sekitar 2,5 bulan lalu. Peneliti dan inovator Indonesia berhasil mengerjakannya dalam waktu sangat singkat, demikian dikatakan Menristek Bambang.

Permintaaan ventilator ini mengemuka setelah Presiden Amerika Donald Trump mencuit pada 22 April tentang pembicaraan telpon dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). (VoA/em/pp)