Wali Kota Surabaya Bolehkan Sholat Tarawih di Masjid

maiwanews – Minggu (11/4) Graha Sawunggaling, Kantor Pemkot Surabaya, usai acara pengukuhan Pimpinan Cabang DMI (Dewan Masjid Indonesia) se-Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya meperbolehkan warga Surabaya melaksanakan Sholat Tarawih secara berjamaah di masjid atau musholah.

Tentunya tetap menerapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) prokes (protokol kesehatan) yang diterbitkan oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Salah satunya wajib memakai masker, menjaga jarak dan membatasi jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid.

Cak Eri sapaan akrab Wali Kota Surabaya ini juga mengajak pengurus DMI Kota Surabaya di 31 kecamatan untuk bersinergi bersama pemerintah dalam upaya memakmurkan masjid. Harapan dia masjid dapat dimanfaatkan sebagai pusat-pusat peradaban untuk kemajuan Surabaya, baik itu di bidang pendidikan, keagamaan, ekonomi, maupun kegiatan sosial selain digunakan sebagai tempat ibadah.

“Karena itu saya bilang sama Pak Arif Afandi (Ketua DMI Surabaya), pengukuhan kecamatan (dilaksanakan) sebelum ramadan. Karena nanti setiap kecamatan pengurusnya itu yang bergerak ke masjid-masjid,” kata Cak Eri.

Arif Afandi menilai, Cak Eri memiliki kepedulian tinggi terhadap kemakmuran masjid, yang ingin menjadikan masjid tak hanya sebagai rumah ibadah, tapi juga sebagai penggerak kemajuan bagi seluruh warga Surabaya. Hal itu selaras dengan tujuan DMI Kota Surabaya.

Untuk itu DMI siap mendukung pemkot dalam upaya memakmurkan masjid. “Kita siap bersama pemkot bagaimana membangun masjid sebagai tempat yang nyaman. Tidak menakutkan bagi-bagi golongan-golongan lain. Mudah-mudahan Surabaya dapat menjadi percontohan bagi DMI di seluruh Indonesia,” ujarnya. (FL/humas pemkot surabaya)