Wamenlu AS dan Rusia Gelar Pertemuan Pendahuluan di Genewa

20220106-wendy-sherman
Wamenlu AS Wendy Sherman pada kursus diplomasi perdagangan, di Deplu AS di Washington, D.C. Kamis, 6 Januari 2022.

maiwanews – Wwamenlu (Wakil Menteri Luar Negeri) Amerika Serikat Wendy R Sherman melakukan pertemuan dengan Wamenlu Rusia Sergey Ryabkov di Jenewa hari Minggu (09/01/2022).

Juru bicara Deplu (Departemen Luar Negeri) Amerika erikat Ned Price hari Minggu mengatakan dialog kedua belah pihak merupakan pertemuan pendahuluan sebelum pertemuan luar biasa Dialog Stabilitas Strategis (Strategic Stability Dialogue/SSD) pada hari Senin (10/01/2022).

Ned Price menjelaskan, pada pertemuan itu Wamenlu Sherman didampingi Direktur Operasi, Staf Gabungan Letjen James Mingus. Adapun Wamenlu Ryabkov didampingi Wamenhan (Wakil Menteri Pertahanan) Kolonel Jenderal Aleksandr Fomin. Kedua wamenlu membahas topik bilateral, topik itu akan dibahas pada pertemuan luar biasa SSD hari Senin.

Pada pertemuan pendahuluan itu Wamenlu Sherman menegaskan komitmen Amerika Serikat (AS) terhadap prinsip-prinsip kedaulatan internasional, integritas teritorial, dan kebebasan negara-negara berdaulat untuk memilih aliansi mereka sendiri. Ia menegaskan bahwa negaranya akan menyambut kemajuan sejati melalui diplomasi.

Amerika Serikat akan membahas masalah bilateral tertentu dengan Rusia di SSD, tetapi tidak akan membahas keamanan Eropa tanpa Sekutu dan mitra Eropa AS.

Wamenlu Sherman menggarisbawahi bahwa pembahasan topik tertentu akan dicadangkan untuk pertemuan Dewan NATO-Rusia di Brussel pada 12 Januari dan pertemuan Dewan Tetap OSCE (Organization for Security and Co-operation in Europe) di Wina pada 13 Januari.

Wamenlu Ryabkov dalam pernyataannya (dikutip RT) menggambarkan pembicaraan awal dengan Washington tentang jaminan keamanan sebagai hal menakjubkan, tetapi juga mencatat bahwa percakapan itu sulit, namun ia tidak merinci lebih jauh mengenai kesulitan dalam pembucaraan itu.

Pembicaraan Amerika Serikat dengan Rusia dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Barat mengenai situasi di Ukraina. Negara-negara Barat khawatir akan dugaan rencana Moskow untuk menyerang Ukraina. Hal ini telah berulang kali dibantah oleh Kremlin dan disebut sebagai histeria anti-Rusia.

Situasi tersebut mendorong Moskow untuk mengajukan serangkaian proposal keamanan, mencakup pembatasan ekspansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) dan jaminan keamanan untuk Rusia. Beberapa dari tuntutan ini telah ditolak oleh AS dan sekutunya, karena NATO dan Washington telah mengatakan bahwa aliansi tidak akan pernah berjanji untuk tidak berkembang. (hiu)