WHO: Kematian COVID-19 Secara Global Bisa Mencapai 2 Juta

maiwanews – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan jumlah kematian akibat COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) secara global mendekati 1 juta. Ada kemungkinan angkanya bisa berlipat ganda sebelum vaksin tersedia secara luas.

Direktur Program Darurat WHO Mike Ryan mencatat jumlah kematian COVID-19 saat ini mencapai lebih dari 980.000 kematian di seluruh dunia dalam waktu kurang dari sembilan bulan. Jumat 25 September ia menyebut angka dua juta kematian bukan tidak mungkin.

Badan itu juga menyatakan keprihatinannya tentang tren peningkatan kasus di banyak negara Eropa. Kepala teknis WHO untuk COVID-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa sebagian dari peningkatan angka ini disebabkan karena deteksi virus lebih baik.

Namun Maria mengkhawatirkan peningkatan rawat inap dan peningkatan hunian tempat tidur untuk rawat inap dan juga di unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU).

Maria Van Kerkhove memperingatkan bahwa ini mengkhawatirkan karena di beberapa wilayah Eropa tersebut akan memasuki musim influenza. Dia mengatakan bagaimanapun kebanyakan negara berada dalam situasi jauh lebih baik daripada beberapa bulan lalu dalam hal mengatasi virus, mengurangi penularan, dan menyelamatkan nyawa.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga merilis rencana terperinci untuk program Access to COVID-19 Tools Accelerator (ACT). Program ini dirancang untuk mengembangkan perawatan dan vaksin serta membuatnya tersedia secara global. Tedros mengatakan tujuan dari program ini adalah untuk mendistribusikan 2 miliar dosis vaksin di seluruh dunia pada akhir tahun depan.

ACT dikatakan masih membutuhkan dana $35 miliar, dia juga menghimbau negara-negara untuk memberikan dukungan. Tedros mengatakan bahwa meskipun itu adalah uang banyak, dalam konteks menahan pandemi global dan mendukung pemulihan ekonomi global, itu terbilang murah. $35 miliar dikatakan kurang dari 1 persen dari komitmen paket stimulus ekonomi domestik negara-negara G-20. (VOA)