Yudi : Langkah Saya Boleh Terhenti, Semangat Berantas Korupsi tak Boleh Mati

maiwanews – Hari ini adalah hari terakhir bagi 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan atau TWK berstatus sebagai pegawai KPK.

Menandai hal itu, sebagian dari mereka yang diberhentikan menulis surat, semacam surat perpisahan yang salah satunya ditulis oleh Yudi Purnomo.

Dalam suratnya, Yudi mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak. Yudi mengaku, dirinya belum memutuskan akan ke mana setelah keluar dari KPK.

Namun Yudi berjanji, akan tetap bekerja buat negara dalam upaya memberantas korupsi seperti yang pernah ia lakukan selama 14,5 tahun mengabdi di KPK. Kata Yudi, semangat memberantas korupsi tidak boleh mati meski ada upaya mengganjal para pejuangnya.

“Langkah saya boleh terhenti saat pimpinan periode ini, tapi semangat memberantas korupsi tak boleh mati justru harus bangkit dalam banyak arti,” kata dia.

Kata Yudi, surat yang ia tulis bukanlah surat perpisahan, melainkan hanya sebatas pengumuman bahwa dirinya tak lagi di KPK per Jumat (1/10/2021) besok.

Sementara Rieswin Rachwell yang juga menulis surat perpisahan mengatakan dalam suratnya, dirinya justru bangga dikeluarkan dari KPK karena menolak komisi antirasuah dipimpin oleh orang yang melanggar kode etik dan bukan karena melindungi pelaku korupsi.

“Saya bangga diberhentikan dari KPK bukan karena saya melanggar kode etik di KPK. Saya bangga diberhentikan dari KPK bukan karena saya melindungi pelaku tindak pidana korupsi,” kata Rieswin seperti dikutip dari¬†suratnya, Kamis (30/9/2021).