AirAsia QZ8501 Diduga Terjang Awan Cumulonimbus Sebelum Hilang Kontak

awan-tebal-maiwanewsmaiwanews – Kontak terakhir pesawat AirAsia QZ8501 dengan menara pengawas adalah ketika pilot meminta izin menambah ketinggian guna menghindari awan tebal.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya mengungkapkan, pesawat AirAsia QZ 8501 diduga gagal melewati atau menghindar dari awan tebal tersebut.

Hal itu diungkapkan Andi mengingat sepanjang rute yang dilalui AirAsia QZ8501 tersebut terutama di kawasan yang diduga sebagai ares pesawat kehilangan kontak, memang terpantau dipenuhi awan tebal dan berlapis.

Berdasarkan peta cuaca yang dihimpun BMKG, rute Surabaya menuju Singapura (yang dilalui QZ8501) banyak terdapat awan tebal,” kata Andi di Jakarta, Minggu (28/12/2104).

Awan tebal dan berlapis itu disebut culumonimbus. Berdasarkan peta cuaca kata Andi, awan cumulonimbus terpantau di Barat Sumatera di antara Belitung hingga Pontianak, Kalimantan, Sulawesi dan di atas Lombok.

Awan cumulonmbus yang biasanya memiliki ketinggian mencapai 5 hingga 10 kilometer, sangat berbahaya bagi penerbangan karena menimbulkan turbulensi atau guncangan yang keras bagi pesawat yang melewatinya.

Awan cumulonimbus yang paling ditakuti para pilot adalah sebuah awan tebal vertikal yang bentuknya menjulang sangat tinggi dan padat, yang menyerupai gunung.

Selain dapat menimbulkan badai petir besar, cumulonimbus yang  terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah awan dan tetes-tetes salju atau kristal-kristal es pada bagian atas awan itu, juga dapat menghasilkan muatan listrik Tornado atau puting beliung.

BERITA LAINNYA

.