Sanksi AS Menarget Perdagangan Minyak Iran-Tiongkok

20260502-ilustrasi-kapal-tanker
Ilustrasi kapal tanker. (Foto/Gambar: Gemini)

maiwanews – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan langkah baru untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas perdagangan energi yang melibatkan Iran dan mitra internasionalnya.

Departemen Luar Negeri menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan, seorang individu, serta sebuah kapal yang terlibat dalam distribusi minyak mentah dan produk petrokimia asal Iran. Demikian disampaikan Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Thomas “Tommy” Pigott di Washington, Jumat, 1 Mei 2026, waktu setempat.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Qingdao Haiye Oil Terminal Co., Ltd., perusahaan berbasis di Tiongkok yang disebut telah menerima jutaan barel minyak Iran sejak beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini dianggap memfasilitasi aliran dana besar ke Teheran melalui mekanisme pengiriman yang tidak sesuai aturan internasional.

Di saat yang sama, Departemen Keuangan AS menetapkan sanksi terhadap tiga rumah pertukaran mata uang Iran beserta jaringan afiliasinya. Lembaga-lembaga ini disebut berperan penting dalam mengonversi pendapatan minyak Iran menjadi mata uang yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas regional.

Langkah ini, menurut pernyataan resmi, bertujuan membatasi kemampuan Iran dalam memperkuat jaringan dan program yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Pemerintah AS menegaskan komitmennya untuk terus menekan sumber pendanaan yang dianggap tidak sesuai dengan aturan perdagangan global, sembari menekankan bahwa rakyat Iran masih menghadapi tantangan akibat kondisi ekonomi domestik.

Sanksi terbaru ini dijalankan berdasarkan perintah eksekutif yang mengatur sektor minyak dan petrokimia Iran, serta merupakan bagian dari kebijakan tekanan maksimum yang telah ditetapkan sebelumnya. (rep03/zlx/U.S. Dept of State)