maiwanews – Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan kebijakan penundaan pengenaan jilbab bagi Polwan. Penundaan yang tertuang dalam telegram rahasia dari Wakil Kapolri Komjen Oegroseno itu, diberlakukan hingga ada aturan yang jelas.
“Sikap Mabes Polri yang mengeluarkan telegram rahasia penundaan penggunaan jilbab oleh polwan sangat disayangkan,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam rilisnya, Minggu 1 Desember 2013.
Menurut Neta, seharusnya elite-elite Polri justru mendukung penggunaan jilbab. Terlebih kata Neta, polwan sudah hampir lima tahun berjuang untuk diizinkan memakai jilbab.
Surat penundaan bertanggal 28 November 2013 dalam bentuk telegram rahasia itu berisi imbauan kepada polwan untuk tidak terlebih dahulu berjilbab, sebelum anggaran penyediaan hijab disediakan oleh parlemen.
Dikatakan Neta, IPW meminta Polri segera mencabut telegram rahasia bertanggal 28 November 2013 itu. Neta mengatakan, telegram rahasia itu sangat tidak masuk akal, sebab penggunaan jilbab sudah berkembang di berbagai polda, setelah Kapolri Jenderal Sutarman mengizinkannya.
Lebih lanjut Neta mengatakan, alasan dikeluarkannya telegram rahasia tersebut karena penggunaan jilbab tidak seragam, sangat tidak mendasar. Seharusnya kata dia, Mabes Polri cukup mengeluarkan telegram rahasia ketentuan pemakaian jilbab, baik dari sisi bentuk, warna atau model, sehingga ada keseragaman.
Jika Polri punya dana yang cukup katanya, pengadaan jilbab tersebut bisa diberikan oleh institusi. Namun, apabila Polri tidak memiliki anggaran, biarkan masing-masing polwan yang membeli atau membiayainya.
Prabowo Tegaskan Komitmen Kedaulatan Pangan
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 3kg Ganja, Tangkap 2 Pelaku
Prabowo Bahas Pengelolaan Keuangan Negara dengan PPATK
Hardiknas di Makassar, Appi Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat









