Istana: Suami ‘Ibu Pur’ Rekan Seangkatan SBY di Akabri ’73

maiwanews – Istana mengakui bahwa baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Ibu Ani Yudhoyono kenal dengan Ibu Pur. Ibu Pur yang bernama asli Silvya Sholeh adalah suami rekan seangkatan SBY di Akabri tahun 19973.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, dalam keterangannya kepada wartawan, di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (4/12) pagi WIB.

“Suami Ibu Silvya Sholeha adalah teman satu angkatan Pak SBY saat menjalani pendidikan taruna Akabri tahun 1973,” kata Julian yang saat jumpa pers didampingi Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Nanang Djuana.

Julian juga membenarkan bahwa komunikasi antara Ibu Pur dengan Presiden SBY dan Ibu Ani, masih tetap terjalin. Namun Julian menampik tudingan bahwa komunikasi itu terkait dengan hal-hal yang ada hubungannya dengan proyek-proyek, termasuk proyek Hambalang.

“Tidak pernah ada yang saya bisa pastikan bahwa Presiden maupun Ibu Negara melakukan hal-hal atau mengatakan hal-hal yang ada hubungannya dengan proyek-proyek, termasuk proyek Hambalang,” kata Julian.

Sementara itu Nanang Djuana Priadi menjelaskan, di dalam lembaga kepresidenan tidak ada jabatan Kepala Rumah Tangga Cikeas. Yang ada katanya, adalah Sekretariat Presiden (Setpres) yang dahulu bernama Rumah Tangga Presiden (Rumgapres) dan berada di bawah Sekretariat Negara.

Nomenklatur jabatan Kasetpres atau Karumgapres selama periode kepemimpinan SBY pernah diisi oleh lima pejabat yakni Kemal Munawar, Ahmad Rusdi (sekarang Kepala Protokol Negara Kementerian Luar Negeri), Setya Purwoko, Winata Supriatna, dan kini Nanang Djuana.

Sejak 2011 kata Nanang, nomenklatur Kepala Rumah Tangga Presiden itu diubah jadi Kepala Sekretariat Presiden. “Kalau ada yang mengaku sebagai Kepala Rumah Tangga Presiden apalagi Kepala Rumah Tangga Cikeas, di luar nama-nama yang saya sebutkan tadi, itu tidak benar,” jelas Nanang.

Nama ‘Ibu Pur’ tiba-tiba mencuat ke publik menyusul persidangan kasus Hambalang. Dalam sidang, Mindo Rosalina Manullang mengaku, dalam kasus Hambalang terdapat empat kubu yang bermain yakni Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Ibu Pur.

 

BERITA LAINNYA

.