KAMMI Gelar Aksi Intelektual Tritura

kammi-tritura-ed

maiwanews – Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi intelektual “Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat)”, Minggu 30 Nopember di wilayah Depok.

Dalam aksinya para mahasiswa memasang spanduk di daerah tugu jam. Serta menempelkan stiker di beberapa titik, tepatnya di daerah Depok baru, Depok lama, Pondok Cina dan Terminal Depok. Stiker ditempelkan di tembok-tembok perlawanan sebagai simbol perjuangan Tritura.

Stiker dan spanduk tersebut diantaranya berisi 3 tuntutan rakyat, yaitu: turunkan harga BBM, buang menteri neolib, dan turunkan harga bahan pokok.

Aksi Presidium KAMMI Nasional disebut sebagai bagian kepedulian KAMMI terhadap problematika bangsa Indonesia saat ini. Juru bicara KAMMI, Endang Suryana, mengatakan aksi mahasiswa dilakukan sebagai bagian dari pergerakan progresif pencerdasan seluruh elemen masyarakat tentang rezim saat ini.

Endang menambahkan, mahasiswa berharap rakyat dapat menuntut keadilan dan mendesak pemerintah merevisi ulang segala kebijakan menyangkut kepentingan rakyat banyak.

Ketua Kaderisasi KAMMI Al-Qudwah Depok, Wahyu Cahyaningrum, mengatakan aksi intelektual Tritura patut diikuti oleh seluruh elemen pergerakan mahasiswa di tengah-tengah fenomena demonstrasi anarkis penyebab mahasiswa kehilangan ruh intelektualnya. Mahasiswa adalah kaum pergerakan, bukan pendemo, tegas Wahyu.

Mahasiswa berkomitmen akan terus mengawasi dan mengkritisi segala kebijakan pemerintah jika dinilai mencederai rakyat. Mahasiswa berperan sebagai katalisator suara rakyat dalam menuntut ketidakadilan. Selama ketidakadilan masih hidup, maka aksi mahasiswa akan terus bergejolak di Indonesia.

KAMMI akan terus bergerak meminta pemerintah mencabut kebijakan kenaikan harga BBM. Tak sampai disini, segala kebijakan berbau neoliberalisme akan diberantas, melawan segala bentuk penindasan karena kebathilan adalah musuh abadi KAMMI. (m011)