maiwanews – Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menegaskan, semua korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 dipastikan bisa teridentifikasi melalui Disaster Victim Identification (DVI).
Hal itu diungkapkan Kapolri menanggapi kekhawatiran para keluarga korban AirAsia atas lambannya pengungkapan identitas korban yang sudah berhasil dievakuasi terutama terhadap jenazah yang sudah rusak.
Menurut Sutarman, semua korban dalam kondisi apapun semua bisa diidentifikasi termasuk jenazah yang kondiri rusak. Hanya saja kata Sutarman, jenazah yang rusak memerlukan waktu identifikasi lebih lama hingga tiga minggu.
Identifikasi melalui sidik jari katanya, jauh lebih cepat. “Kalau sidik jari jenazah masih utuh, maka proses identifikasi bisa selesai dalam hitungan menit,” kata Sutarman dalam jumpa pers di Media Centre Polda Jatim, Surabaya, Senin (4/1/2015).
Dijelaskan Sutarman jika jenazah tinggal tulang, pertama bisa dikenali lewat giginya lalu sampel DNA tulang. Saat ini pihaknya sudah temukan semua data antemortem, jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan identifikasi pada jenazah.
Dalam konprensi pers itu, Kapolri didampingi Panglima TNI, Jenderal Moeldoko dan beberapa pejabat TNI dan Polri lainnya.
Diketahui sejauh ini, sudah ada 25 jenazah yang ditangani tim identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya. Dari jumlah itu, terdapat sembilan jenazah sudah dipastikan identitasnya dan telah diserahkan ke keluarga korban.









