maiwanews – Komentas Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang menyebut APBN Indonesia bakal kolaps bila tidak memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia mendapat kritikan tajam sejumlah pihak termasuk dari politisi pendukung pemerintah.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menilai, cara berpikir Teten Masduki soal Freeport tak lain merupakan cara berpikir komprador dan merendahkan kemampuan bangsa sendiri.
“Itu cara berpikir komprador. Pikiran Teten merendahkan kemampuan bangsa sendiri. Cara berpikir Teten keluar dari konsep Nawacita,” kata Masinton di gedung DPR Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Menurut Masinton, selain tidak mengerti Nawacita, Teten juga tidak mengerti konsep Trisakti yang berarti berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.
Cara berpikir Teten seperti itu sambung Masinton, merupakan cara berfikir yang tidak berdaulat karena memiliki ketergantungan dengan asing dan tidak berdiri di kaki sendiri.
Dia menyebutkan cara berpikir Teten itu tak ubahnya dengan pikiran yang sama saat Indonesia ditakuti-takuti dengan mitos bahwa Indonesia akan bangkrut bila tidak menerima bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Karena itu Masinton meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi keberadaan Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Sebelumnya, Teten Masduki menyeluarkan pernyataan yang mengejutkan semua pihak karena menyebut APBN Indonesia akan kolaps jika tidak memperpanjang kontrak PT Freeport.
“Produksi akan turun kalau tidak ada investasi baru dan menjadi gangguan ke pendapatan. Jadi pemerintah juga berkepentingan produksi bertambah, kalau tidak APBN langsung kolaps karena nilainya besar,” kata Teten di Istana Kepresidenan, Selasa (20/10/2015).









