maiwanews – Gereja Evangelis Mawar Sharon sangat terpukul atas jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 diperairan Selat Malaka, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Minggu (38/12/2014) lalu karena 41 anggota gereja merupakan penumpang pesawat naas itu.
Pendeta Gereja Kristen Philip Mantofa mengungkapkan bahwa para anggota jemaatnya kebanyakan bepergian ke Singapura untuk berlibur.
“Beberapa hal yang tidak masuk akal bagi kita tetapi tuhan lebih besar dari semua ini,” kata Pastor Mantofa selama doa di bandara Surabaya seperti dilansir daylymail, Selasa (6/1/2015).
Mengutip beberapa media online asing, situs resmi PGI menyebutkan, Gereja Mawar Sharon adalah sebuah gereja besar yang saat ini memiliki anggota sekitar 30.000 orang.
Selain dari anggota Gereja Mawar Sharon, PGI juga mengungkapkan bahwa setidaknya tidak lima orang lagi penumpang QZ8501 merupakan anggota jemaat Gereja Bethany Surabaya.
Sementara satu keluarga muda misionaris Kristen berasal dari Korea Selatan juga ada dalam penerbangan tersebut yakni Park Seong-beom, 37, istrinya, Lee Kyung-hwa dan putri mereka Park Yuna, berusia 11 tahun. Keluarga itu terbang ke Singapura untuk memperpanjang visa perjalanan agar dapat terus bekerja sebagai misionaris di Indonesia.
Bukan hanya itu, dilaporkan sebanyak 27 penumpang AirAsia QZ 8501 merupakan umat Katolik setempat. Beberapa orang anggota Gereja Kristen Indonesia (GKI) ungkap PGI, ikut berada dalam penerbangan naas itu.
Dari akun twitter pers mahasiswa UK Petra Genta PGI yang dikutip PGI menyebutkan, tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 juga membuat keluarga besar Universitas Kristen Petra Surabaya kehilangan sembilan anggotanya.
Empat mahasiswa UK Petra yang jadi korban adalah Brian Youvito, Elisabeth Youvita, Stephanie Gunawan, dan Steven Gunawan. Sedangkan lima alumni adalah Juanita Limantara, Bob Hartanto Wijaya, Ruth Nathalia M Puspitasari, Ria Ratna Sari, dan Christanto Leoma Hutama.
Sejumlah sekolah Kristen di Surabaya juga menjadi korban AirAsia QZ8501. Sekolah-sekolah itu masing-masing adalah SD Stella Maris yang kehilangan Andiran Fernando (6 tahun), SD dan SMP Kristen Elyon kehilangan Jie Stevie Gunawan (10 tahun), Marianne Claudia Ardhi (11 tahun) dan Michelle Cuemency Ardhi (13 tahun),
Sementara itu masih diungkapkan PGI, SD Kristen Petra juga kehilangan Kenneth Mathew Gunawan (10 tahun), SD Intan Permata Hati kehilangan Nikolas Theo Santosa (10), dan Soesilo Elbert (11), serta SD Santa Clara kehilangan Steven Michelle Ang.









