Warga Tewas di Demo BBM Makassar, Kapolri Diimbau Minta Maaf

abubakar-PKS-maiwanewsmaiwanews – Jatuhnya korban jiwa dalam aksi demo menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar juga mendapat perhatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Anggota Komisi III DPR dari PKS Aboebakar Al-Habsyi mengimbau Kapolri meminta maaf atas kejadian yang yang menewaskan seorang warga bernama Muhammad Arif itu.

Aboebakar berpendapat, kericuhan yang berakibat jatuhnya korban sebagai buntut aksi demo BBM di Makassar, bukan pertama kali. Ia meminta Kapolri menegur bawahannya agar dalam pengaman demo mahasiswa, dilakukan sesuai protap.

“Saya harap Kapolri harus minta maaf atau beri teguran keras ke bawahannya,” kata Aboebakar di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Arief atau Ari Pepe tewas saat terjadi kericuhan dalam demo mahasiswa UMI menolak kenaikan harga BBM di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Berita penyebab kematian warga Pampang berusia 17 tahun itu jadi simpang siur. Ada kabar bahwa anak bungsu dari 8 bersaudara ini tewas karena dilindas mobil water canon saat polisi mendorong mahasiswa masuk ke kampusnya.

Polda Sulselbar maupun Mabes Polri membantah kabat tersebut. Polisi menyatakan, pria yang berprofesi sebagai “pak Ogah” di dekat kampus UMI Makassar itu tewas karena kepalanya terbentur aspal setelah terjatuh di tengah massa mahasiswa yang bentrok dengan polisi.