UEFA Larang Vuvuzela Pada Kompetisi Eropa

Vuvuzela BrasileiraSetelah beberapa klub Inggris melarang Vuvuzela di stadion mereka masing-masing, sekarang giliran UEFA menerapkan larangan tersebut.

UEFA melarang penggunaan Vuvuzela pada kompetisi Eropa karena dianggap dapat mengganggu konsentrasi pemain. Kompetisi tersebut termasuk Liga Champion, Liga Eropa, dan Kualifikasi Euro 2012.

Vuvuzela menjadi populer pada kompetisi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Terompet plastik itu menghasilkan bunyi sangat keras dan monoton, selama Piala Dunia 2010 Vuvuzela menjadi suara latar pada setiap pertandingan.

Pelarangan Vuvuzela juga dimaksudkan untuk melindungi budaya dan tradisi bernyanyi para suppporter pada pertandingan sepakbola. UEFA tidak ingin tradisi bernyanyi digantikan oleh suara instrumen Vuvuzela.

Menurut UEFA, Vuvuzela di Piala Dunia 2010 memberi sentuhan tradisi Afsel, terompet itu tidak cocok digunakan di Eropa. UEFA juga menyatakan telah menyampaikan kebijakan tersebut pada 53 negara anggotanya dan meminta mereka untuk menerapkan larangan tersebut pada timnas dan kompetisi antar klub.