Bentrok dengan Polisi, Yon Kavaleri ditarik dari Stadion

stadion-andi-mattalattamaiwanews – Untuk menghindari bentrokan yang lebih luas antara polisi dengan angota TNI, Komandan Batalyon Kavaleri Kodam VII Wirabuana, Letkol Sugeng, terpaksa memulangkan puluhan anggotanya dengan menggunakan 3 buah truk.

Keributan yang sempat terdengar suara tembakan itu terjadi di halaman Stadion Andi Mattalatta, Makassar, saat berlangsung pertandingan antara PSM Makassar melawan Persiwa Wamena, Rabu, 24 November 2010.

Berdasarkan informasi yang beredar, bentrokan bermula di salah satu pintu VIP Stadion Andi Mattalatta, kawasan Mattoanging. Perselisihan dipicu ketika kepolisian ingin memasukkan anggotanya ke stadion untuk menonton pertandingan.

Namun anggota TNI dari satuan Batalyon Kavaleri yang ikut berjaga di tempat itu, tidak mengizinkan anggota polisi tersebut masuk ke stadion. Merasa diperlakuakan tidak adil, polisi marah dan terlibat baku pukul dengan anggota TNI tersebut.

Insiden tersebut kemudian meluas hingga melibatkan puluhan personel dari kedua belah pihak. Akibat bentrokan tersebut, sejumlah mobil yang terparkir di depan stadion rusak terkena lemparan batu dan dua orang dilaporkan terluka dan dilarikan ke RS, salah satu diantaranya adalah seorang anggota TNI.

Walikota Makassar yang juga Manajer Umum PSM, Ilham Arif Sirajuddin, Dandimtabes 1408/BS Letkol Infantri Agus Prangarso dan Kapolrestabes Makassar Kombes Syamsul Nur Alam langsung turun ke lokasi kejadian untuk menenangkan situasi.

Sekitar 15 menit pasca keributan dengan TNI, tanpa diketahui penyebabnya, kepolisian kemudian terlibat bentrok dengan ratusan supporter PSM Makassar. Kedua pihak bahkan terlibat saling lempar dengan menggunakan batu, bambu dan kayu.

Bentrokan tidak memperngaruhi jalannya pertandingan. Hasil pertandingan Liga Indonesia itu berakhir dengan kemenangan tim tuan rumah, PSM Makassar dengan skor 2-1.