maiwanews – Menteru LuarNegeri (Menlu) Kamboja dan Thailand akan tinggal sejenak di Jakarta setelah KTT ke-18 ASEAN selesai untuk membahas lebih lanjut mengenai term of reference (TOR) rekomendasi yang ditawarkan Indonesia.
Demikian dikatakan Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen dalam jumpa pers di sela-sela acara KTT ke-18 ASEAN hari kedua di Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu 8 Mei 2011.
Menurut Hun Sen, Kamboja telah menandatangani penerimaan TOR itu, namun Thailand menolaknya. Menurutnya, Thailand bahkan memaksa Kamboja menarik pasukannya dari wilayah konflik, dengan sendirinya Kamboja menolak permintaan itu.
Hun Sen menjelaskan, Thailand menginginkan dilakukan lebih dahulu pertemuan dengan The General Border Commission (GBC) sebelum memutuskan menandatangi TOR. Sementara sebaliknya, Kamboja setuju mengiriman tim peninjau Indonesia ke perbatasan lebih dulu sebelum pertemuan GBC.
Seperti diberitakan, rekomendasi yang ditawarkan Indonesia sebagai penengah dalam mencari solusi damai Thailand-Kamboja, berisi usulan pengiriman tim peninjau dari militer Indonesia ke wilayah perbatasan yang diperebutkan kedua negara bertetangga itu.
Tim peninjau tersebut dikirimkan dalam rangka memastikan proses perdamaian antar kedua negara sesama anggota Asean itu berjalan sebagaimana mestinya.









