maiwanews – Dari anggaran Rp. 156 triliun yang disiapkan pemerintah selama tahun 2010-2014 untuk melakukan pembaharuan peralatan tempurnya, TNI sudah mecencanakan pembelanjaan peningkatan kemampuan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).
Rencana belanja tersebut dibagi dalam dua bentuk. Pertama, membeli alutsista baru sama sekali untuk mengganti alutsista lama dan kedua, memodernisasi dan perawatan persenjataan alutsista lama yang kondisinya masih memadai.
Sementara untuk kelompok penggunaan, anggaran sebesar Rp.156 triliun dibagi tiga bagian yakni Rp. 50 triliun untuk percepatan Minimum Essential Force (MEF), Rp. 45 triliun untuk perawatan dan Rp. 55 triliun untuk belanja alutsista.
“Itu bagian upaya kita memenuhi bagian pertahanan,” ungkap Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 18 Januari 2012.
Berikut daftar belanja tiga angkatan yakni TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang disampaikan masing-masing kepala staf:
TNI AD
1. Satu batalion tank berat
2. Satu batalion multiple launcher rocket system kemampuan luncur 7 kilometer
3. Heli serang
4. Heli serbu
5. Meriam 155 dengan jarak tembak 40 km
6. Memodernisasi alutsista penangkal udara berupa roket atau rudal untuk menembak pesawat
TNI AL
1. Kapal selam
2. Kapal cepat rudal
3. Kapal PKR
4. Kapal latih
5. Pesawat patroli maritim
6. Pesawat anti kapal selam
7. Pesawat angkut
8. Pesawat anti kapal permukaan
TNI AU
1. Pesawat tempur sukhoi
2. Hibah F16 sebanyak 30 (24 di-upgrade dan 6 cadangan)
3. Helikopter T 50 dari Korea sebanyak 16 unit
4. Mengganti Obitent dengan supertocano dari Brazil
5. Menambah 9 pesawat Hercules (4 merupakan hibah dan 5 dibeli dari negara lain dengan tipe H)
6. 9 pesawat C295 buatan PT DI join dengan Air Bush (kemampuan angkut 9 ton barang)
7. Meng-upgrade boing 737 yang saat ini ada 3 buah
8. Pesawat CN 235 untuk patroli maritim
9. Helikopter coguard atau EC 275
10. Pesawat LOB dari Jerman sebanyak 24 buah
11. Menambah KT one menjadi 24 (sekarang dipakai untuk aerobatic)
12. Rudal pertahanan udara jarak menengah, orlicon
13. Rudal asram atau air to air shoot ring missile.









