maiwanews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNNPB) membantah kabar bahwa terjadi gempa berkekuatan 8,9 SR di Jepang. Pesan itu berpotensi membuat masyarakat Indonesia panik karena menyatakan bahwa gempa tersebut disusul oleh tsunami setinggi 10 meter.
Pesan berantai melalui pesan singkat dan Blackberry Messenger (BBM) menyebutkan “Gempa bumi 8.9 skala Ricter di Jepang Utara dan 64.000 orang tewas. Tsunami setinggi 10 m mengarah ke Rusia dan Asia Pacific termasuk Indonesia. BMKG menyatakan gelombang tsunami dperkirakan akan sampai di Wilayah Indonesia Timur pada pukul 20.00 WIT”.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan itu hanya berita bohong. Pihaknya telah melakukan pengecekan ke institusi ternama dan memiliki kompetensi terhadap gempa bumi. Dari hasil pengecekan, BNNPB memastikan berita itu hanya hoax.
Lebih lanjut dikatakan hari ini hanya ada hanya gempa 6,3 SR di 53 km dari Timur Laut Vanuatu di Samudera Pasifik, namun itu tidak menimbulkan tsunami dan tidak ada korban jiwa. Sutopo meminta masyarakat untuk tidak panik oleh berita bohong tersebut, masyarakat juga diminta tidak meneruskan hoax tersebut. Sutopo juga mengatakan isu gempa tersebut adalah kejadian di Sendai Jepang pada 11 Maret 2011 lalu.









