maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak mudah terprovokasi terkait maraknya aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 April 2012 mendatang.
Hal itu diungkapkan juru bicara (Jubir) Presiden Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Hotel Renaissance, Seoul, Korea Selatan (Korsel) Selasa, 27 Maret 2012 pukul 21.00 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB.
“Kami imbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan dan propaganda yang sama sekali tidak berdasar untuk melakukan suatu tindakan yang sebenarnya tidak diinginkan bersama,” kata Julian seperti dilansir situs SBY.
Menurut Julian, presiden SBY juga telah menerima laporan adanya isu demo yang akan dilakukan terkait penyesuaian harga BBM pada Kamis (29/3) mendatang, dan langkah-langkah antisipasi telah diupayakan.
Julian mengatakan, meskipun menaikkan harga BBM merupakan domain pemerintah, namun pemerintah akan tetap menunggu hasil sidang paripurna DPR yang dirncanakan akan diumumkan pada 29 atau 30 Maret 2012 mendatang.
Soal kenaiakan harga BBM kata Julian, merupakan tugas bersama antara pemerintah dengan DPR untuk merevisi APBN 2012 karena dalam APBN tersebut, tidak dicantumkan adanya opsi menaikkan BBM.
Hingga kini, Badan Anggaran DPR telah menyetujui kenaikan harga BBM. Tiga fraksi yakni PDI Perjuangan, Hanura, dan Gerindra menolak usulan pemerintah itu. Selanjutnya, hasil Banggar akan dibawa di paripurna DPR 29 Maret besok.









