maiwanews – Ada dua keputusan yang paling ditunggu publik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini yakni soal penurunan harga BBM dan nasib Komjen Budi Gunawan.
Pertama soal BBM, Jokowi pada Kamis (15/1/2015) dalam sebuah acara di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan No. 59 Jakarta menyatakan, pemerintah akan kembali menurunkan harga BBM jenis premium.
Meski mengaku angka penurunan harga premium belum final, namun Jokowi memberi perkiraan atau kisaran harga antara Rp.6.400 hingga Rp. 6.500 per liter. Penurunan harga itu mengacu pada anjloknya harga minyak mentah dunia.
Jokowi berharap, dengan penurunan harga itu, harga-harga barang termasuk ongkos angkutan umum yang ikut naik ketika harga bensin dinaikkan akhir tahun lalu, juga ikut turun.
Kedua soal Komjen Budi Gunawan, Jokowi sebelumnya menyatakan akan mengambil sikap setelah Rapat Paripurna DPR sudah mengambil keputusan apakah menerima atau menolak Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Seperti diketahui, satu sisi Komjen Budi Gunawan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sementara di sisi lain, Rapat Paripurna DPR secara aklamasi menyetujui jenderal bintang tiga itu sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Sutarman.
Setidaknya ada dua bentuk tekanan harus diterima Jokowi atas situasi itu. Tekanan pertama adalah desakan agar sang presiden segera melantik Kapolri karena sudah disetujui DPR, tekanan kedua datang dari pihak yang dengan keras menolak pelantikan itu dengan alasan Budi Gunawan jadi tersangka korupsi.
Lalu keputusan apa yang akan diambil Jokowi?









