maiwanews – Massa demonstran penolak kenaikan harga BBM berhasil merubuhkan sebagian pagar sebelah kiri gedung DPR Senayan Jakarta. Beberapa batang besi gerbang utama juga berhasil dibuka.
Namun kelompok massa yang sejak siang berada di luar pagar DPR rupanya tidak tertarik menyerbu masuk halaman gedung wakil rakyat itu. Masing-masing kelompok massa lebih memilih mendengar orasi dari mobil komando masing-masing yang saling bersahut-sahutan.
Sebagian massa masuk ke halaman gedung DPR dengan cara aman yakni masuk sendiri-sendiri. Di dalam halaman DPR, beberapa demonstran lalu asik berfoto dengan polisi. Beberapalainnya bahkan saling canda dengan polisi yang sedang duduk santai di rumput.
Meski begitu, ratusan polisi terus berjaga-jaga mengantisipasi penyerbuan massa yang sudah berhap-hadapan dengan polisi. Beberapa unit mobil water canon dan kerndaraan penghalau massa tetap disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan.
Sempat juga beberapa kali terjadi pelemparan benda-benda seperti botol air mineral, bambu dan batu dari arah pengunjuk rasa ke arah dalam gedung DPR. Beruntung tidak ada terkena benda berbahaya itu.
Tak lama berselang, pagar bagian kanan gedung DPR satu persatu juga menyusul dirubuhkan massa dengan cara menariknya dengan spanduk vinyl. Namun lagi-lagi, massa masa memilih tidak menyerbu masuk.
Antara massa pendemo dan polisi hingga malam hari terlihat saling hanya ‘mengintimidasi’ hingga akhirnya polisi memutuskan membubarkan paksa pendemo pada pukul 19.00 WIB.
.









