maiwanews – Sidang Isbat di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menentukan permulaan puasa yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama memutuskan bahwa 1 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 29 Juni 2014.
Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, seluruh saksi yang ditempatkan sebanyak 62 titik yang tersebar di seluruh Indonesia, tidak satupun yang berhasil melihat hilal atau bulan.
Dengan demikian katan menteri yang baru saja menggantikan Suryadharma Ali itu, awal puasa tahun ini dimulai pada hari Ahad yang betepatan dengan tanggal 29 Juni 2014.
Sidang Isbat tahun ini agak istimewa karena dihadiri oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. DR. Din Syamsuddin yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Sementara Muhammadiyah sendiri diketahui sebelunya sudah menyatakan bahwa permulaan puasa dimulai pada hari Sabtu, 28 Juni 2014. Berbeda dengan Nahdatul Ulama (NU) yang menetapkan awal puasa berdasarkan Rukyat atau melihat langsung hilal, Muhammadiyah menentukan awal puasa dengan cara hisab atau perhitungan.
Dengan demikian, tahun ini kembali terjadi perbedaan awal puasa. Namun perbedaan ini diharapkan tidak menjadi alasan perpecahan atas ummat Islam, karena perbedaan adalah Rakhmat.
Pemerintah Siapkan 21 Proyek Hilirisasi Tahap Pertama Senilai Rp657,6 Triliun
Danny Pomanto Ungkap Bukti Makassar Kota Dunia di Refleksi Akhir Tahun 2024
Pemerintah Minta Apple Investasi di Indonesia $1 Miliar
Presiden Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul
Pj Sekda Makassar Hadiri ICAS Unhas 2024









