maiwanews – Pemerintah memastikan stok beras dan bahan pokok lainnya aman, petani dan pengusaha penggilingan padi siap menjual beras dan gabah ke pihak badan urusan logistik (bulog). Menteri pertanian Amran Sulaiman di Jakarta Sabtu 29 Agustus mengatakan petani sanggup menjual hingga 1,4 juta ton beras hingga September tahun ini. Jika bisa terlaksana, bulan Oktober bisa bertambah sebanyak 11 juta ton sehingga totalnya mencapai 2,5 juta ton.
Pemerintah juga dikatakan telah melakukan antisipasi terhadap persoalan gagal panen atau puso. Lebih lanjut dijelaskan, di bagian Selatan Khatulistiwa termasuk daerah kering, tapi di Utara seperti Kalimantan dan Sumatera tidak terkena kekeringan. Kedua daerah ini mempunyai lahan hingga 3 juta hektar.
Untuk mengatasi dampak el nino di daerah Jawa, diadakan irigasi tekhnis sehingga sawah tetap terairi setiap tahun. Total lahan di Jawa mencapai 500 hektar.
Untuk bulan November ada penambahan luas lahan sebesar 400 ribu hektar, sedangkan total puso hingga saat ini sekitar 25 hingga 30 ribu hektar atau nol koma sekian persen dari total 14 juta hektar lahan di Indonesia.
Terkait penurunan harga bawang merah, bulog mengambil kebijakan membeli semua hasil panen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk keperluan ekspor. Distribusi bawang untuk Jakarta dan luar negeri sekitar 1.500 ton, 3 bulan kedepan ditargetkan mencapai 30 ribu ton.
Harga bawang berada dalam posisi terendah, sebelum bulan ramadhan harga mencapi Rp 36.000 per kilogram. Saat ini harga bawang mengalami penurunan hingga mencapai Rp 3.000 per kilogram. (m013/VoA)









