Pihak Mabes Polri melalui Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum), Kombes Pol Boy Rafli Amar, menyatakan situasi di Bima sudah aman. Boy menjelaskan pelabuhan Sape saat ini sudah berfungsi kembali.
Sebelumnya diberitakan terjadi bentrokan antara warga dengan Polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut polisi, akibat bentrokan itu dua orang warga tewas, namun menurut warga jumlah korban tewas sebanyak empat orang.
Bentrok Bima bermula saat polisi ingin membubarkan aksi demo warga di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Sape. Demonstrasi warga sebagai aksi penolakan terhadap izin operasi tambang emas milik PT Sumber Mineral Nusantara. Sejak Senin 19 Desember warga telah berada di pelabuhan Sape.
Karena upaya persuasif oleh polisi tidak berhasil, pihak keamanan yang terdiri dari brimob dan gegana membubarkan paksa aksi itu.
Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Polri harus membubarkan aksi tersebut karena telah meresahkan masyarakat dimana pelabuhan Sape tidak dapat difungsikan sebagaiman mestinya. Saud juga menjelaskan bahwa bupati dan pihak polda setempat telah melakukan negosiasi, namun warga tetap melakukan aksinya.
Posted with WP for BlackBerry.
Kominfo Jatim Gelar Bimtek Prahum di Tuban
Prabowo Hadiri KTT ke-46 ASEAN, Tegaskan Komitmen akan Sentralitas Kawasan
Pemkot Makassar Siap Kolaborasi Atasi Masalah Sampah di TPA Antang
Panglima TNI Terima Silaturahmi 30 Organisasi Pemuda Islam
Prabowo Lawatan ke Kawasan Timur Tengah dan Turki









