PP Jatim Desak Pancasila Masuk Kurikulum Formal

maiwanews, Gresik – Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Jawa Timur mendesak supaya Pancasila masuk kurikulum formal. Karena saat ini kesakralan Pancasila sebagai pemersatu NKRI mulai luntur.

“Nilai-nilai Pancasila cenderung dilupakan. Karena materi Pancasila tidal lagi masuk kurikulum pendidikan formal. Atas dasar itulah,  kami mendesak supaya dikembalikan seperti sebelum era reformasi bahwa Pancasila yang teraktualisasi dalam pelajaran PPKn dimasukkan lagi. Karena Pancasila adalah alat pemersatu Indonesia dalam wadah NKRI,” kata Ketua Bidang Litbang dan Kaderisasi MPW PP Jawa Timur. M Alyas,  usai membuka Muscab MPC PP Gresik Minggu (3/6/2012).

Alyas menyatakan, sekarang tak banyak lagi masyarakat sebagai pribadi maupun kelompok menjadikan Pancasila sebagai landasannya. Sehingga lima unsur yang terkandung dalam lima sila Pancasila mulai pudar dan cenderung dilupakan. “Para pemuda tidak lagi hafal Pancasila. Tetapi lebih hafal lagu-lagu Lady Gaga. Kami sebagai kader Pemuda Pancasila tidak ingin hal itu terjadi. Kami akan terus mengawal Pancasila,” tandas mantan anggota DPRD Surabaya ini.

Sementara itu, dalam Muscab MPC PP Gresik yang berlangsung cukup cepat tersebut akhirnya  terpilih ketua secara aklamasi, yaitu  Lailatul Qodri. Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik ini terpilih untuk kedua kalinya sebagai ketua MPC PP Gresik periode 2012-2017.  Lailatul Qodri  berjanji akan lebih mengutamakan membangun kaderisasi.

Karena selama ini kaderisasi organisasi pemuda yang dikenal peninggalan Orde Baru itu tidak berjalan. Sebab, dia menilai pemuda kurang tertarik.

“Tapi, kami akan membangunnya kembali. Karena. bagi kami Pancasila harus tetap dipertahankan,” ujar Qodri. (LEA)