Kecewa Pada PSSI, Manajemen PSM Kompak Mundur

PSM Makassarmaiwanews – Merasa terlalu banyak diperlakukan tidak adil oleh PSSI, manajer PSM Makassar, Hendra Sirajuddin yang diikuti enam asisten manajer lainnya, menyatakan mundur secara bersamaan dari PSM Makassar.

Hendra menyampaikan pengunduran dirinya secara simbolis bersama enam asisten manajer tersebut kepada Ketua Umum PSM Makassar yang juga Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin hari ini, Selasa, 14 Desember 2010.

Mereka yang mundur bersama Hendra itu adalah Asisten Manajer Bidang Teknik, Abdi Tunggal, Asisten Manajer Bidang Keuangan, Suhardi Hami,Asisten Manajer Bidang Hukum, Syahrir Cakkari, Asisten Manajer Bidang Perlengkapan, Faisal Maming, Asisten Manajer Bidang Marketing dan Komunikasi, Noor Karompot, serta Juru Bicara PSM, Nurmal Idrus.

Dalam kesempatan pengunduran dirinya, Hendra menyerahkan secara tetulis 13 poin utama yang menjadi alasan mereka kompak mundur. Di antara poin yang paling krusial, sejumlah kebijakan PSSI terhadap tim PSM yang mereka anggap aneh.

“Banyak sekali tekanan teknis maupun non teknis sejak mengelola PSM Makassar. Tekanan itu sudah tidak mampu kami tahan sehingga kami harus mundur,” kata Hendra Siradjuddin kepada wartawan di Makassar.

Ketidak adilan yang dirasakan Hendra diantaranya seperti Stadion Andi Mattalatta yang tidak lolos verifikasi, padahal menurutnya, kondisi Stadion Andi Matalatta di Makassar itu lebih baik dari sejumlah stadion lainnya.

Selain itu, kata Hendra, wasit yang merugikan PSM saat bermain di kandang maupun di luar kandang. “Sangat aneh keputusan wasit yang disaksikan oleh seluruh Indonesia (saat bermain) serta putusan Komdis PSSI yang tidak bisa kami banding,” kata Hendra.

Dikatakan Hendra, putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap PSM yang harus menjalani partai usiran melawan Persipura Jayapura, 6 Januari mendatang, juga menjadi pemicu pengunduran diri tersebut.

Menanggapi pengunduran diri tersebut, Ilham Arief Sirajuddin mengaku memahaminya. “Kalau dicurangi terus dan manajemen tidak bersikap, itu sama saja sebagai sebuah kebodohan,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu.

Ilham juga berkesempatan menyampaikan kritik, jika pengelolaan kompetisi ISL masih seperti itu, maka harapan Indonesia untuk menciptakan pemain yang profesional ke depan, tidak akan pernah terwujud.

Terkait keikut sertaan PSM di ISL, Ilham akan memberi kesempatan selama tujuh hari ke depan kepada pribadi maupun perusahaan di seluruh Indonesia yang berminat untuk mengelola PSM. Jika tidak ada yang berminat, menurut Ilham, maka opsi mundur dari ISL pasti dilakukan.