Indonesia dan Inggris sedang menjajaki kemungkinan jual-beli pesawat jet tempur jenis Eurofighter Typhoon. The Times edisi Kamis 10 Maret 2011 melaporkan, jika terealisasi jual beli 24 jet Eurofighter Typhoon tersebut akan menelan biaya sebesar 5 miliar pounds atau sekitar Rp 71 triliun.
Pemerintah Indonesia melakukan pendekatan secara informal untuk membeli 24 jet tempur tersebut, demikian The Times seperti dikutip TD Ameritrade. Secara terpisah perusahaan militer Inggris, BAE Systems, menawarkan Indonesia memperbaharui armada jet-jet Hawk.
Menteri pertahanan Gerald Howarth dikabarkan akan mendiskusikan rencana jual beli pesawat itu saat menghadiri defence summit di Jakarta akhir bulan ini.
Menanggapi kabar tersebut DPR menganggap nilai 71 triliun rupiah terlalu besar. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Maret 2011 mengatakan dirinya sebagai pimpinan DPR bidang Polkam belum mendapat informasi detil. Angka itu sangat besar dan belum tentu disetujui.
Priyo menambahkan, Menko Polhukan harusnya mengkomunikasikan keinginan pemerintah itu kepada DPR. Menteri pertahanan
Sementara Ishaq Rahman dari LeDO mempertanyakan ada apa dengan rencana tersebut. Menurut Ishaq angka tersebut terlalu besar. Sementara dalam pengadaan alutsista Indonesia, pengadaan pesawat tempur bukan menjadi prioritas. “Prioritas utama alutsista Indonesia adalah pembangunan armada laut”, demikian kata Ishaq.









